GPAI SD Kabupaten Lamongan

Latest Post




Buku PAI berikut ini adalah revisi tahun 2016 dan 2017, untuk sementara baru tersedia buku PAI Kelas 1, 2, 4, 5 untuk buku PAI kelas 3 dan 6 menggunakan buku revisi 2014
berikut ini kami sajikan buku PAI revisi terbaru, semoga bermanfaat

Buku Guru PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 1  klik disini

Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 1 klik disini

Buku Guru PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 2 klik disini

Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 2 klik disini

Buku Guru PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 4 klik disini

Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 4 klik disini

Buku Guru PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 5 klik disini

Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti K13 Kelas 5 klik disini



Alhamdulillah, untuk meningkatkan rasa syukur kita kepada Allah SWT, atas segala nikmat dan karuniaNYA kepada kita yang tak terhitung dengan sebuah nilai dan ukuran, maka KKG PAI Lamongan pada hari : Selasa, 25 juli 2017 melaksanakan Halal bihalal, pembinaan dan rapat kerja tahun pelajaran 2017/2018.

Adapun pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan di gedung widya karya Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan pukul 08.00 WIB, dihadiri oleh Bapak Kasi PAI Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lamongan, Bapak Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dalam hal ini diwakili oleh Bapak Kasi Kurikulum, Segenap pengurus harian KKG PAI Kab. Lamongan, perwakilan pengurus KKG Kecamatan masing masing 2 orang, acara dipandu oleh Sekretaris I Bapak Abdullo Musyafak, S.Pd.I. dengan susunan acara sebagai berikut :

  1. Pembukaan
  2. Pembacaan ayat suci Al Qur'an
  3. Sambutan Ketua KKG PAI Kabupaten Lamongan
  4. Pembinaan dari Bpk KASI PAI Kab. Lamongan dan Bpk Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan
  5. Rapat Kerja KKG PAI Kabupaten Lamongan
  6. Lain-lain
  7. Doa dan penutup

Rangkaian acara dimulai dengan pembacaan Ummul Qur'an, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alqur'an oleh Ust Azizir, dilanjutkan sambutan ketua KKG yang menyatakan uacapan terimakasih atas kehadiran undangan dan ucapan permohonan maaf dengan suasana yang masih terasa di hari lebaran, mewakili segenap pengurus meminta maaf kepada seluruh GPAI Kabupaten Lamongan atas segala khilaf yang disengaja maupun tidak disengaja.





Acara selanjutnya adalah pembinaan, adapun pembinaan dan pengarahan yang pertama disampaikan oleh Kasi PAI Kementrian Agama Kab. Lamongan dalam hal ini disampaikan oleh KH. Maduki Yasin. yang menyampaikan yang pertama kali mewakili PAI Kab. Lamongan memohon maaf kepada seluruh GPAI Kab. Lamongan atas pelayanan dan pemenuhan hak TPP terutama TPP terhutang dan TPP tribulan I yang sedikit tersendat akibat proses pertama kali butuh penyesuaian dan ketelitian sehingga tpp tribulan I agak tersendat,dan beliau menyampaikan tugas dari PAI amat sangat berat karena harus mengurusi mulai jenjang SD, SMP, SMA/SMK, dalam hal ini berbeda dengan dinas yang pekerjaannya fokus pada satu jenjang, dan beliau sadar suara suara sumbang dari GPAI Kab. Lamongan baik melalui sms maupun di grup WA KKG PAI Kabupaten Lamongan.

Selanjutnya beliau juga menyampaikan, guru yang dikirim diklat kurukulum 2013 hendaknya menularkan ilmu yang di dapat untuk penyebaran kurikulum 2013 di Kab. Lamongan, untuk TPP terhutang dari kabupaten masi melakukan konsultasi dan koordinasi dengan PAI Kanwil Kemenag, tetapi intinya TPP terhutang tidak ada masalah karena sudah melalui tahap verifikasi BPKP dan tinggal menunggu untuk dicairkan pada tahun ini.

Beliau mengingatkan kepada GPAI Kabupaten Lamongan untuk meningkatkan kinerja di sekolah agar sertifikasi yang didapat bisa menjadi lebih barokah bagi guru dan keluarga, diumumkan juga GPAI yang cuti umroh dan haji untuk melaporkan ke PAI karena dalam juknis, cuti umroh TPP dipotong 1 bulan , sedangkan untuk Haji TPP dipotong 2 bulan, beliau sangat senang, karena bisa bertemu denga GPAI dan beliau menyampaikan sedikit tausiyah, bahwa dosa ada dua, yaitu dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama manusia, untuk dosa kepada Allah manusia bisa mengucap istighfar dan bertaubat tentunya Allah akan mengampuni dosa dosa bagi manusia yang mau bertaubat dan mengakui kesalahan di hadapan Allah  sedangkan dosa kepada sesama manusia sehingga harus minta maaf kepada orang yang kita dzalimi, agar nantinya dalam kehidupan di akherat kita tidak tersendat dengan tuntutan tuntutan dosa dosa yang kita lakukan kepada sesama manusia.



Pembinaan selanjutnya disampaikan oleh bapak Kabid SD, karena berhalangan dan mengisi ageda di tempat lain, maka diwakilkan bapak kasi kurikulum Bpk Ikhya' Ulumuddin, beliau tidak banyak menyampaikan, cuma beliau menakankan untuk meningkatkan koordinasi antara KKG dan pihak Dinas Pendidikan, karena pengalaman tahun ini, pengiriman kontingen Lamongan ke tingkat Provinsi tidak ada pemberitahuan dari dinas dari KKG karena ada miss komunikasi dan kesalah pahaman,dan itu mohon untuk tahun depan tidak terjadi lagi, karena bagaimanapun siswa dan guru yang terlibat di acara tersebut adalah dalam naungan Dinas Pedidikan,

Beliau juga menyampaikan selamat kepada KKG Lamongan atas juara I MTQ an. Cinta dari SDN Glagah I, beliau menyampaikan apresiasi setinggi tingginya dan mohon untuk surat tugas dan piagam penghargaan disetor melalui KKG, setor kepada Bpk Abdulloh Musyafak agar segera dilaporkan ke dinas dan akan ditindak lanjuti dilaporkan ke Bupati Lamongan untuk mendapatkan apresiasi dan akomodasi dari Pemerintah Kabupaten Lamongan, serta nantinya agar mendapatkan motivasi dan dan pengarahan dari Bapak Bupati untuk bekal pelaksanaan di tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Nangroe Aceh Darussalam. yang terakhir untuk buku LKS PAI yang dikelola KKG hendaknya menyampaikan secara seimbang materi antara NU dan Muhammadiyah agar anak bisa luas wawasannya  untuk saling tau dan memperlajari.



Rapat kerja dipimpin oleh Bapak KH. Munawir selaku pengurus KKG dan Ketua AGPAII Kab. Lamongan, beliau menyampaikan Rakor AGPAII yang akan dilaksanakan di Surabaya dan akan ditindak lanjuti oleh ketua cabang AGPAII di kecamatan, karena sudah dibentuk tim pemberangkatan ke Surabaya, di dalam rapat disepakati yang pertama adalah diklat rutin dan ditambah rekreasi, karena bagaimanapun, sertifikat diklat sangat dibutuhkan untuk kenaikan pangkat melalui nilai DUPAK, dan diklat ini mungkin akan dilaksanakan di kota selain Tuban, karena sudah 3 tahun dilaksanakan di kota tuban dan peserta dianggap jenuh dengan kondisi diklat di Hotel Mustika Tuban, untuk itu tim yang ditunjuk KKG untuk mempersiapkan dan survey lokasi dan tempat di kota Bojonegoro dan Malang dan kota kota lainnya yang dianggap efektif dan efisien.

Dalam Rapat Kerja kali ini menyinggung materi kurikulum 2013 bagi guru yang belum dapat materi sama sekali, nanti akan ditindak lanjuti oleh pengurus KKG, karena bulan agustus akan ada pendampingan dari Kanwil Kemenag, dalam pertemuan ini juga disampaikan mohon doanya agar proposal bantuan kkg bisa disetujui oleh DITPAI Kemenag RI sehingga dana yang didapat nantinya digunakan untuk pembinaan bagi para pengurus KKG PAI kecamatan dan rapat kerja hari ini menghasilkan kesepakatan kesepakatan dan keputusan lain yang dianggap penting dan  ini bersifat privat dan pribadi sehingga tidak bisa saya sampaikan disini.



Mungkin itu yang sedikit kesimpulan hasil rapat, terkait acara pada hari ini, mungkin ada beberapa hal yang mungkin terlewat karena keterbatasan kami sebagai manusia, tentunya kita berharap TPP yang terhutang bisa benar benar dicairkan secepatnya.

Acara terakhir adalah doa yang dipimpin oleh Bapak KH. Munawir.


A.R.A 




Info dari kemenag.go.id monggo disimak ya.

Link : https://kemenag.go.id/berita/read/504955/kemenag-pastikan-tpg-terhutang-lunas-tahun-ini

Jakarta (Kemenag) --- Tunggakan Tunjangan Profesi Guru (TPG) Madrasah dan Pendidikan Agama Islam di Sekolah akan dibayarkan melalui alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) tahun 2017. 
Hal ini ditegasan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR RI tentang  Lanjutan Pendalaman Program dan Fungsi RKA-KL dan RKP-KL tahun 2018 di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/07).
Kamarudin menjelaskan, Kemenag masih kurang anggaran untuk pembayaran TPG terhutang sebesar Rp4,7triliun. Dari jumlah itu, Rp1,4triliun sudah dianggarkan. 
“Untuk kekuarangan anggaran Rp3,3triliun untuk TPG terhutang sudah dialokasikan oleh Kemenkeu dalam RUU APBN-P 2017, tinggal menunggu pengesahan dari Banggar DPR,” ujar Kamarudin.
“Jika TPG terhutang disetujui oleh DPR, maka Kemenag tidak punya tanggungan hutang lagi,” imbuhnya.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Sodik Mudjahid meminta Kemenag untuk memastikan anggaran tunjangan profesi guru (TPG) ke depan dipenuhi secara keseluruhan. Hal ini penting  untuk menghindari adanya TPG yang terutang lagi.
Hadir mendapingi Dirjend Pendis dalam RDP ini kali, Sekretaris Ditjend Pendis  Muh. Ishom Yusqi, Sekretaris Ditjend Bimas Islam Muhamadiyah Amin, Pejabat Eselon II dan III di lingkungan Ditjend Pendis dan Ditjend Bimas Islam, serta para Pejabat eselon IV.


Dengan mengucap Alhamdulillah atas segala nikmat yang telah diberikan kepada kita, salah satu nikmat yang diberikan yaitu nikmat kesehatan dan rejeki melalui TPP Tribulan ke-2 Tahun 2017 yang pada siang hari ini tanggal 20 Juli 2017 telah masuk ke rekening GPAI Kabupaten Lamongan,




Yang kedua rasa terimakasih kami haturkan juga kepada Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lamongan khususnya Bpk KH. Masduki Yasin selaku Kasi PAI Kantor Kemenag Kab. Lamongan, serta kepada Bapak/Ibu Staf PAI Kantor Kemenag Kab, Lamongan, semua ini karena kerja keras dan dan perjuangan beliau demi GPAI Kabupaten Lamongan, semoga senantiasa diberikan kesehatan dan rejeki barokah yang melimpah Aamiin YRA






Tentunya kami ucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada Pengurus harian KKG PAI Kabupaten Lamongan, atas segala perjuangan dan keikhlasan dan ketulusan dalam memperjuangkan teman teman GPAI Lamongan, serta kesediaan waktu ditengah tengah kesibukan tugas dan kesibukan rumah tangga, semoga semua dibalas oleh Allah sebagai sebuah catatan amal baik, Aamiin ya robbal aalamiin,



Dan tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada teman teman Koordinator OPS KKG Kabupaten Lamongan, terutama Bpk Slamet Riyadi selaku ketua OPS KKG Kabupaten Lamongan, semoga teman teman ops selalu diberikan kesehatan agar senantiasa selalu berjuang untuk teman teman GPAI Kabupaten Lamongan.





Dan juga terimakasih disampaikan kepada teman teman komunitas WA KKG PAI Kab.Lamongan, alhamdulillah sudah 2 tahun kita bersua di dunia maya melalui silaturahim secara online, tak terasa hampir dua tahun, banyak kisah yang terjadi baik itu kisah romantis, sadis, kisah tentang sebuah perasaan yang mungkin sangat sulit kita jabarkan bersama, sebuah kisah yang mungkin ada kesenangan, kesedihan, ketidak cocokan, konflik, bercanda, serius, tentunya informasi dinas yang berkaitan dengan KKG dan bahkan sisi religius yang dikemas dalam Khataman Al Qur'an yang sudah berjalan hampir 56 putaran, sesuatu yang luar biasa dan harus kita apresiasi, terutama pada Ibu Nyai Lailatus Shiyamah yang dengan istiqomah "ngopeni" Al Qur'an, ngopeni khotmil qur'an bersama para admin. semuanya tersaji dengan sangat lengkap , banyak hal yang sudah kita lalui bersama dalam sebuah cerita yang kita kemas dalam wadah grup WA (Whats App) KKG PAI Kab. Lamongan, dan tentunya kita patut bersyukur karena sudah 2 tahun ini kita melaksanakan halal bihalal di desa glagah, untuk tahun depan semoga bisa terlaksana di rumah teman teman yang lain, saya berharap semoga kekompakan kita selalu terjaga dan senantiasa mendapat petunjuk dari Allah SWT.


Juga kepada teman teman Pejuang akhlaq anak didik, seluruh GPAI Kab. Lamongan, dengan TPP ini kita tingkatkan etos kerja kita, kita tingkatkan kinerja kita,  agar TPP yang kita dapat menjadi lebih barokah dan diridhoi oleh Allah SWT, Aamiin , dan kita senantiasa berdoa semoga TPP yang terhutang tidak ada kendala dan bisa dicairkan pada tahun ini setelah pencairan TPP Tribulan II, tentunya doa Bapak/Ibu GPAI sangat kita harapkan ada agar senantiasa diberikan kelancaran tanpa halangan suatu apa pun.




Terakhir bagi Bapak/Ibu. yang membaca artikel ini, kami mohon keikhlasan untuk membacakan surat Al Fatihah, kita tujukan kepada ananda CINTA dari SDN Glagah I Kab. Lamongan,  yang akan mewakili Jawa Timur Lomba MTQ di tingkat Nasional dalam event Pentas PAI yang akan di selenggarakan di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, semoga ananda cinta diberikan Juara I tingkat Nasional, tentunya menjadi sebuah kebanggan bagi KKG PAI Lamongan, Ala hadiniyah wa kulli niatin sholihah bisirril fatihah.

A.R. A

PENDIDIKAN mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun dan mengembangkan potensi peserta didik. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 dinyatakan, “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”  

Peserta didik adalah pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Mereka adalah  generasi penerus bangsa yang harus dijaga dan diperhatikan. Potensi mereka adalah harapan bagi masa depan  bangsa. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Keagamaan menyatakan bahwa setiap satuan pendidikan di semua jalur jenjang dan jenis pendidikan wajib menyelenggarakan pendidikan agama. Dengan diberikannya pendidikan agama dan kegiatan keagamaan di sekolah, peserta didik nantinya diharapkan akan menjadi generasi emas bangsa yang beriman, bertaqwa, unggul dalam segala hal dan tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.

Atas dasar itulah, Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pendidikan Agama Islam pada Sekolah (PAIS) ingin berkontribusi pada pembentukan karakter peserta didik pada semua jenjang  melalui kegiatan Pondok Ramadan di Sekolah. Sebuah kegiatan keagamaan pada bulan mulia untuk membentuk kepribadian, penanaman nilai-nilai religi dan juga memberikan pengalaman berkesan yang membekas dalam jiwa peserta didik sebagai bekal yang bermanfaat bagi pembentukan kepribadiannya kelak. 

Tidak hanya itu, kegiatan ini juga untuk memberikan pelajaran kepada peserta didik agar terbiasa belajar agama sejak dini sehingga timbul pada diri peserta didik bahwa pendidikan agama merupakan kebutuhan bagi setiap muslim. Kegiatan Pondok Ramadan di sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan agama semata, tetapi juga memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk bersikap religius, mandiri, disiplin, toleran, amar ma’ruf nahi munkar, berakhlak mulia, dan terampil melaksanakan ajaran agama. Dengan begitu, diharapkan tujuan pendidikan nasional dapat tercapai dengan baik. Agar kegiatan Pondok Ramadan di sekolah dapat berjalan dengan baik dan lancar, perlu disusun petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan tersebut. 

Untuk JUKNIS PONDOK RAMADAN Silahkan Unduh DISINI


SESUNGGUHNYA, agama memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan umat manusia. Agama tidak hanya memberikan petunjuk bagaimana manusia harus berhubungan dengan Tuhan melalui ritual-ritual keagamaan yang bersifat mahdlah. Lebih dari itu, ia diturunkan kepada umat manusia untuk mengatur segala sesuatu yang menyangkut peri kehidupan di dunia dengan segala aktifitasnya. Tentang bagaimana manusia harus bersikap terhadap dirinya sendiri, tata cara bergaul dengan sesama, bagaimana mestinya memberlakukan alam semesta, dan lain sebagainya. Tujuan akhir dari semua itu tak lain keselamatan dan kebahagian manusia itu sendiri. Dengan kata lain, ketika suatu hari nanti kehidupan dunia ini harus berakhir, manusia tetap berada pada jalan yang dikehendakiNya, bukan jalan menyimpang yang sama sekali berada di luar arah dan petunjukNya.

Namun disadari atau tidak, pemahaman tentang makna agama itu mengalami pergeseran sedemikian rupa di benak sebagian orang pada kurun waktu terakhir. Ketika kata agama didengungkan, barangkali yang muncul di alam bawah sadar adalah segala sesuatu yang sejatinya bukan agama, tapi merupakan simbol dari agama itu sendiri. Orang melakukan shalat, haji, kegiatan-kegitan di majelis taklim, dan kegiatan-kegiatan bersifat “akherat” lainnya. Agama pada akhirnya dikotakkan hanya pada tempat-tempat tertentu, dan tidak berlaku di tempat-tempat lain. Hal itu dapat kita lihat, umpamanya dalam tayangan sinetron-sinetron “islam” di layar televisi. Bagaimana agama didefinisikan secara dangkal dengan mengedepankan simbol-simbol dan mengesampingkan inti dari agama. Padahal, ketika ada seorang petani yang dengan tekun mengerjakan sawahnya, ketika ada tukang becak dengan gigih berkeringat mengayuh becak demi menafkahi anak istrinya. Bukankah ia sama sekali tak berjauhan dengan agama?

Pada titik inilah, pemberian mata pelajaran agama di sekolah-sekolah formal menemukan tantangannya. Sebab diakui atau tidak, pendidikan agama –dan juga pendidikan-pendidikan normatif lainnya- ketika diformulasikan dalam sebuah kurikulum yang wajib diterapkan di lembaga pendidikan formal, yang kerap terjadi adalah tidak sampainya ruh pendidikan itu dalam perilaku siswanya. Artinya, pendidikan agama pada siswa belum sampai pada tahap bagaimana beragama dengan benar. Yang terjadi adalah siswa belajar tentang agama, dan tak ada jaminan jika pengetahuan tentang agama itu akan menjadi spirit yang mendasari perilaku siswa dalam kehidupan sehari-harinya.

Padahal, jika berbicara pada arasy ideal, pedoman kurikulum PAI di sekolah sudah sangat lengkap meliputi seluruh unsur domain peserta didik, baik dari kognitif, afektif maupun psikomotorik. Bahwa pendidikan agama dimaksudkan untuk peningkatan potensi spiritual dan membentuk peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. Akhlak mulia yang dimaksud mencakup etika, budi pekerti, dan moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama itu sendiri. Sedangkan peningkatan potensi spritual mencakup pengenalan, pemahaman, dan penanaman nilai-nilai keagamaan, serta pengamalan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan individual ataupun kolektif kemasyarakatan. Peningkatan potensi spritual tersebut pada akhirnya bertujuan pada optimalisasi berbagai potensi yang dimiliki manusia yang aktualisasinya mencerminkan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan.

Namun dalam kenyataannya, adakah semua hal seperti yang tertuang dalam pedoman kurikulum itu telah terpenuhi? Bukankah masih ada bagian ruang lingkup, fungsi dan pendekatan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang belum dapat diterapkan oleh para praktisi pendidikan dan guru agama pada umumnya. Bukti yang paling kongkrit dari analisa itu adalah produk pendidikan itu sendiri. Bahwa setelah para peserta didik digembleng pendidikan agama dalam jangka sekian waktu di lembaga sekolah mulai SD hingga SMA, adakah jaminan bahwa nilai-nilai luhur itu telah tertanam dan melekat dalam jiwa peserta didik yang akan memengaruhi segala perilaku sehari-hari dalam kehidupan individual, maupun sosial kemasyarakatan?

Sebetulnya, banyak pendekatan pembelajaran pendidikan agama yang bisa dilakukan tidak hanya oleh guru agama, tapi semua guru di sekolah pada umumnya. Yang terpenting sesungguhnya para guru tidak bertindak sebagai tukang khutbah yang menjejali murid-muridnya dengan berbagai pengetahuan agama tanpa upaya merefleksikannya dalam kehidupan nyata. Tentang keimanan misalnya, yang terutama bukan informasi tentang adanya Tuhan, namun bagaimana seorang guru bisa memberikan peluang seluas-luasnya kepada peserta didik untuk mengembangkan pemahaman adanya Tuhan sebagai sumber kehidupan melalui media-media yang ada di sekelilingnya.

Hal yang sama bisa diterapkan pada persoalan budi pekerti atau akhlak mulia. Guru tak perlu menjelaskan apa dan bagaimana budi pekerti. Akan lebih mengena jika guru melakukan pembiasaan dengan terus memantau segala hal terkait perilaku peserta didiknya. Pada tahap ini, keteladananlah yang terpenting. Artinya, sebelum berbicara akhlak mulia, guru harus memosisikan dirinya sebagai figur yang patut menjadi teladan bagi anak didiknya.

Terkait dengan pendidikan agama ini, menarik untuk mendengarkan penuturan Emha Ainun Nadjib (2001). Menurutnya, dalam kehidupan ini manusia boleh menyandang predikat budaya apapun dalam kehidupan. Namun yang terpenting adalah bagaimana manusia bisa lulus dengan tetap menjadi manusia. Kurikulum dasar pendidikan agama menurutnya hanya ada dua, ialah ketakjuban dan tanggung jawab kepada Allah SWT. Sesempat-sempatnya seorang guru, orang tua, atau siapapun yang terlibat dalam pendidikan anak (terutama tingkat dasar) menumbuh-kembangkan dua potensialitas rohaniah dan intelektual tersebut. Setiap kali berkomunikasi dengan peserta didik, diusahakan agar mengarahkannya pada dua hal itu. Siswa melihat air, diajak menemukan asal muasal dan manfaat air, sehingga ia takjub kepada Allah. Siswa melihat pagi hari, matahari bersinar, embun yang jatuh, daun tertiup angin, cacing menembus bumi, menatap, mendengar, dan mengalami apapun saja dalam kehidupan selalu diajak mencenderungkannya pada kesadaran ketuhanan.

Pada titik yang sama, siswa juga dilatih bertanggung jawab. Artinya, bahwa segala yang tersebar di alam semesta ini adalah milikNya semata. Yang harus dilakukan guru (terutama guru agama) adalah membangun kesadaran pada jiwa peserta didik, bahwa ia tak berhak menentukan apa yang harus dan tak boleh dilakukan. Satu-satunya jalan adalah mendengarkan kata si Pemilik Kehidupan. Maka tak ada kemungkinan lain bagi mereka selain harus taat kepada-Nya. Insya Allah, jika kedua hal itu telah tertanam dalam sanubari siswa sejak dini, kelak ketika ia melakukan apapun saja dalam kehidupan, semata-mata sedang menjalankan kegembiraan bertanggung jawab pada pencipta-Nya. Bukan lantaran taat pada kita, atau takut pada polisi atau negara.

Alhasil, memang tidak gampang untuk menjalankan semua itu. Namun setidaknya, jika ada upaya yang sungguh-sungguh dan serius untuk melakukankannya, sangat tidak tertutup kemungkinan bahwa ke depan, siswa tidak hanya sedang belajar agama selama di sekolah. Mereka bahkan telah belajar beragama dengan benar. Sehingga ketika suatu hari nanti harus betul-betul berkiprah dalam dunia nyata, ia akan berusaha menjalankan ajaran-ajaran agama dalam kehidupan sehari-harinya sesuai dengan pelajaran agama yang pernah diperolehnya selama di sekolah. Wallahua’lam bisshawab (*)
*) Ditulis oleh Em. Syuhada, Guru PAI SDN Talunrejo III Bluluk Lamongan

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget